PIDATO/ CERAMAH SINGKAT TENTANG GOLONGAN DI RINDUKAN SURGA
Assalamu 'Alaikum Wr. Wb.
“Alhamdulillahi robbil alamin, wasshalaatu
wassalaamu alaa asrafil anbiyaa’i wal
mursaliin wa’ala aalihi wasohbihi ajma’in, (amma ba’du)”.
Ibu yang saya hormati dan teman-teman
pendengar seperjuangan yang saya cintai, pada kesempatan yang baik ini; insya
Allah saya akan menyampaikan uraian
tentang pentingnya sifat qona'ah hubungannya dengan sifat syukur yang ada pada
diri kita.
Hadirin yang di muliakan Allah.
Empat Golongan Orang yang Dirindukan Surga
Jadi dengan apa adanya ini merasa cukup dan
tidak memikirkan apa yang tidak ada atau tidak mampu di dapatnya. lawan dari
pada sifat qona'ah adalah sifat rakus, sifat rakus ini yang tidak akan merasa
cukup walaupun harta yang dimilikinya banyak.
Demikianlah yang dapat mengubur sifat syukur
kita kepada Allah, Nau'udubillah...!
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu
memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih".
Sifat qona'ah juga musti terpatri dalam jiwa
kita,
Karena dengan sifat qona'ah akan melahirkan
sifat syukur dalam diri kita...
Misalkan saja, di luar kita pernah melihat
orang kakinya pincang, dengan ketidakberdayaannya secara fisik akan tetapi
mampu memunculkan kreatifitas, mereka tetap bersyukur dengan terus berusaha
agar menjadi pribadi yang lebih baik dan dihormati. Apa lagi kita yang normal
ya???
Kita kadang galau di rundung duka dengan
kondisi badan yang sehat dan normal, justru keluh kesah ini akan melahirkan
pribadi yang psimis, pecundang, dan membuat diri ini terasa tak berguna lagi.
Mestinya kita harus tahu, apa yang digariskan
oleh Allah kepada kita itu untuk disyukuri dan dinikmati dengan terus berusaha
agar nasib kita menjadi lebih baik.
Hadirin yang saya cintai...
Orang Qona'ah ini senang terhadap pemberian
Allah, selalu di syukurinya sembari mencari hal lain yang diperlukan dan yang
diinginkan. Justru orang qona'ah ini menurut saya adalah orang pekerja keras,
bukan orang malas,,,dengan hasil jerih payah dan rezeki yang di dapat ia mampu
membelanjakan sesuai dengan kondisi dan kemampuan bukan keterpaksaan dan gengsi
pada orang lain. Melainkan sifat syukur lah yang mampu membakar sifat rakus
dalam diri orang tersebut.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan,
kuranglebihnya mohon maaf, Insya Allah kita bertemu di udara dan gelombang yang
sama.
Wassalamu 'Alaikum Wr. Wb